Land Surface Temperature (LST)

Oleh: Fella Faradiva & Mutia Arifah Rachim

Dewasa ini, perubahan iklim dunia terus menjadi perbincangan di kalangan publik dunia. Perubahan cuaca yang ekstrem, peningkatan suhu udara yang drastis serta mulai mencairnya es di kutub. Salah satunya yang berperan penting dalam perubahan iklim dunia adalah pengaruh dari Land Surface Temperature (LST) atau suhu permukaan tanah.  Land Surface Temperature (LST) adalah suhu pada permukaan bumi yang merupakan hasil pantulan objek yang terekam oleh citra satelit pada waktu tertentu. LST dapat didefinisikan juga sebagai suhu permukaan rata – rata yang digambarkan dalam cakupan suatu piksel dengan berbagai tipe permukaan yang berbeda. Menurut Copernicus LST adalah suhu kulit radiasi permukaan tanah, yang diukur dalam arah sensor jarak jauh. LST mengendalikan fluks energi gelombang panjang yang melalui atmosfer. Besarnya nilai LST bergantung pada kondisi parameter permukaan seperti albedo, kelembapan permukaan, tutupan lahan, serta kondisi vegetasi.

Land Surface Temperature (LST) merupakan salah satu parameter kunci keseimbangan energi dan variabel klimatologis yang utama sebagai kontrol perubahan iklim global serta berpengaruh terhadap organisme dan ekosistem sekitar. Dengan meningkatnya kandungan gas rumah kaca di atmosfer, maka LST juga akan meningkat seiring dengan suhu di permukaan bumi. Kejadian ini menyebabkan mencairnya gletser dan lapisan es di kutub serta mempengaruhi vegetasi lingkungan sekitar.

Pada dasarnya, LST merupakan suatu metode pengolahan citra digital dalam proses pengolahan suhu permukaan yang berbasis pada ilmu penginderaan jauh. Identifikasi LST suatu wilayah dapat menggunakan citra satelit Landsat yang sebelumnya diekstrak dari band thermal. Besarnya nilai LST dipengaruhi oleh panjang gelombang. Panjang gelombang yang paling sensitif terhadap suhu permukaan adalah inframerah thermal. Namun pada dasarnya setiap panjang gelombang akan sensitif terhadap respon perubahan suhu yang mempengaruhi nilai pantul objek. Untuk dapat mengetahui informasi LST, dilakukan proses identifikasi suhu permukaan tanah dengan memanfaatkan gelombang thermal yang terdapat pada citra Landsat. Citra Landsat menyediakan data untuk memetakan suhu permukaan menggunakan saluran termal yaitu saluran 10 dan 11. Proses pengidentifikasian dilakukan dengan mengubah nilai digital ke nilai radian. Kemudian nilai radian yang telah didapatkan diubah menjadi satuan temperatur agar dapat mengetahui besarnya suhu secara pasti.

Data LST sering kali digunakan sebagai data masukan dalam model perhitungan evapotranspirasi, kelembapan udara, kelengasan tanah, serta neraca energi.

Satelit yang dapat digunakan untuk pengamatan Land Surface Tempereture (LST) diantaranya:

  • MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer)
  • NOAA
  • Landsat

Land Surface Temperature merupakan nilai suhu permukaan bumi hasil dari pantulan objek di permukaan yang terekam oleh satelit. LST merupakan salah satu faktor utama keseimbangan energi dan variabel klimatologis sebagai kontrol perubahan iklim global. LST juga berperan sebagai salah satu metode pengolahan citra digital dalam disiplin ilmu penginderaan jauh yang membantu dalam proses pengamatan Urban Heat Island (UHI).

REFERENSI

Fahwari, N., Yanuarsyah, I., & Hudjimartsu, S. A. (2019). Hubungan Suhu Permukaan Tanah Dengan Zona Rawan Longsor Menggunakan Land Surface Temperature. SEMNATI 2019, 366-371.

Guntara. (2016, Oktober 4). Pengertian Suhu Permukaan Lahan (Land Surface Temperature). Diambil kembali dari Guntara.com Informasi Berguna Bagi Nusantara: https://www.guntara.com/2016/10/pengertian-suhu-permukaan-lahan-land.html

Santi, Amri, S. B., Aspin, & Amsyar, S. (2018). IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RTH SERTA PENGARUHNYA. SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI TERAPAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL (SNT2BKL), 26-33.

Sukmono, A. (2020). Kuliah Pengolahan Citra Digital. Semarang: Universitas Diponegoro.