BUKU

Menata Kota melalui RDTR

Pilot Project
2

Kompleksitas permasalahan yang dihadapi di atas ruang/lahan membutuhkan penanganan yang tepat, menyeluruh, dan harus dapat mengakomodasi seluruh kepentingan yang ada. Oleh karena itulah dibutuhkan rencana tata ruang, terutama yang skalanya detail, sebagai satu instrumen untuk menangani permasalahan-permasalahan yang ada di atas ruang/lahan.

Selain keberadaan rencana, hal penting lain yang juga diperlukan adalah kemampuan dan kemauan dalam implementasi rencana tata ruang tersebut, yang mana juga bukan hanya urusan pemerintah semata, tetapi juga ada pemangku kepentingan lain atas ruang tersebut.

Buku Menata Kota Melalui Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan bentuk knowledge sharing yang juga manifestasi dari pekerjaan penyusunan RDTR dan PZ yang dikerjakan oleh tim dari studio Urban Planning & Public Policy Development dan telah diperjualbelikan secara luas.

BUKU

Fotogrametri Dalam Penataan Ruang

On Going Project
Map

Kebutuhan data spasial dalam pembangunan menjadi suatu keniscayaan saat ini, ketika penataan ruang semakin disorot seiring dengan pesatnya pertumbuhan wilayah. Hingga saat ini, citra satelit atau foto udara (dengan metode akuisisi dari pesawat berawak) masih menjadi andalan untuk dijadikan bahan mentah pembuatan peta-peta dasar. Sayangnya, meskipun telah ada kebijakan One Map Policy, belum seluruh daerah di Indonesia yang citranya tersedia, apalagi untuk kebutuhan dokumen rencana tata ruang yang skalanya detail.
Teknologi berkembang pesat. Para ilmuwan dan engineer berlomba-lomba menciptakan peralatan yang tepat guna. Salah satunya hadirlah UAV (Unmanned Aerial Vehicle), atau pesawat tanpa awak, atau lebih dikenal dengan sebutan drone. Dengan spesifikasi peralatan, software, dan sistem tertentu, ternyata drone bisa dimanfaatkan untuk mengambil foto udara sesuai kaidah-kaidah fotogrametris dan kaidah-kaidah kebutuhan peta dalam penataan ruang. Keuntungannya, untuk lingkup wilayah tertentu dengan luasan yang lebih kecil, biaya dan waktu bisa lebih efisien.
Buku ini mencoba membagi pengetahuan dan pengalaman Kami selama ini dalam memproduksi peta-peta dasar maupun tematik untuk kebutuhan penataan ruang maupun kebutuhan lain, baik permintaan dari instansi swasta maupun instansi pemerintah.

OUR PLATFORM

BERiDE

Public Platform

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terpadat di dunia yang memiliki latar belakang sosial ekonomi yang sangat heterogen. Keberagaman ini turut diikuti dengan kritisnya masyarakat dalam menyampaikan aspirasi terhadap kotanya. Namun hal ini belum dapat difasilitasi secara optimal sehingga seringkali aspirasi-aspirasi, baik positif maupun negatif, tidak dapat tersampaikan secara tepat guna dan tepat sasaran. Dibutuhkan sebuah wadah yang dapat membantu masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah. Di sisi lain, dilansir dari laman tekno.kompas.com pada Februari 2018 terdapat lebih dari 50% penduduk yang telah terhubung jaringan internet speanjang 2017. Sebanyak 72,41% dari mayoritas pengguna internet merupakan masyarakat urban.
Melihat potensi ini, BERiDE hadir di tengah masyarakat dalam mengisi gap antara masyarakat dengan pemerintah. BERiDE merupakan sarana pengumpul ide warga berbasis website, untuk mendorong warga menjadi ko-kreator dalam pembangunan kota. Hal ini sejalan dengan konsep pembangunan kota bertajuk City 4.0, dimana masyarakat tidak hanya menjadi partisipan bagi kotanya, melainkan menjadi ko-kreator dan dapat berperan aktif membangun kota, dengan pemerintah sebagai kolaborator. City 4.0 mendorong konsep pembangunan partisipatif yang dipaparkan oleh Gonzales (2001) yang dapat diilustrasikan dalam
bentuk hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan kota, dimana perhatian, kebutuhan, nilai-nilai, harapan-harapan dan persoalan-persoalan dari masyarakat diperhitungkan oleh pemerintah dalam proses pengambilan keputusan.